Saturday, September 28, 2013 0 komentar

Angkutan Umum Pilihanku !



Jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 200 juta jiwa tersebar di seluruh pelosok negeri dari tengah kota hingga pelosok desa yang hampir tidak berpenghuni. Mereka semua tidak lepas dari kegiatan transportasi untuk menunjang kebutuhan sehari-hari. Berbagai moda transportasi muncul mulai dari konvensional dan sederhana hingga yang modern.

Moda transportasi di Indonesia dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu : (1) kendaraan pribadi, dan (2) Angkutan umum. Kesinambungan antara 2 jenis moda tersebut sangat mempengaruhi keadaan lalu lintas di setiap jaringan jalan. Keduanya memiliki karakteristik pelayanan yang berbeda. Kendaraan pribadi lebih cenderung fleksibel dalam pergerakan perjalanannya, namun memiliki kapasitas yang kecil. Sedangkan angkutan umum memiliki rute yang telah ditetapkan dan memiliki kapasitas angkut yang massal.

Jumlah perjalanan di Jakarta ada sekitar 21 juta perjalanan setiap hari. Adapun jumlah kendaraan bermotor di Jakarta mencapai 9 juta unit. Padatnya perjalanan itu dilayani oleh kendaraan pribadi yang jumlahnya sebesar 98 persen untuk melayani 44 persen perjalanan. Sementara itu angkutan umum yang jumlahnya hanya 2 persen harus melayani 56 persen perjalanan (di antaranya 3 persen dilayani kereta rel listrik Jabodetabek). (POLDA Metro jaya, 2011)


Dari data di atas tampak adanya ketimpangan dan ketidak efektifan moda, sehingga munculnya kepadatan di jalan. Para penumpang angkutan umum yang tidak terlayani dengan baik kemudian berpikir untuk beralih ke kendaraan pribadi, jalan pun semakin tidak mampu menampung seluruh kendaraan yang ada dan kemacetan pun kian  menjadi. Itulah lingkaran setan yang ada di sistem transportasi di Indonesia.

Peningkatan kinerja pelayanan angkutan umum dan pengurangan jumlah kendaraan pribadi sehingga beralih ke angkutan umum harus dilakukan agar tercipta kondisi lalu lintas yang lancar.
2 cara ampuh dinilai cukup meningkatkan kinerja angkutan umum, yaitu:
1. Subsidi, dan
2. Prioritas

Subsidi – Keputusan yang diambil pemerintah akhir-akhir ini cukup membuat kita tercengang. Bagaimana tidak, ketika para ahli transportasi berjuang keras bagaimana  caranya untuk mengurangi dan membatasi jumlah kendaraan pribadi yang beroperasi di Kota-kota besar, pemerintah malah memberikan kewenangan pihak industri otomotif akan adanya program mobil murah. Memang hal tersebut akan meningkatkan pemasukan dari penjualan mobil tersebut, tapi apakah pemerintah tidak memikirkan kerugian Rp. 12,8 triliun per tahun yang diciptakan kemacetan yang notabene diperparah dengan kemungkinan peningkatan kepemilikan kendaraan bermotor akibat program mobil murah tersebut.

Subsidi untuk sektor pelayanan public transport  setidaknya lebih berdampak positif daripada wacana awal tadi. Subsidi tepat sasaran yang membantu operasional angkutan umum sehingga lebih mengutamakan pelayanan yang baik.


Prioritas – Undang – undang LLAJ telah secara jelas menegaskan prioritas angkutan umum di jalan. Prioritas tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan ketika kemacetan terjadi. Namun hal tersebut baru dipraktekan secara sempurna oleh angkutan kereta api. Kereta api didahulukan daripada lalu lintas lain dan memiliki jalur khusus yang tidak bisa digunakan oleh moda lain. KRL Commuter dan Kereta Api antar kota beroperasi dan memiliki manajemen terpusat oleh PT. KA sehingga operasional kereta api berjalan dengan sangat baik yaitu mengutamakan kenyamanan dan menggunakan sistem pemberangkatan terjadwal. PT Transjakarta kemudian mengadopsi sistem manajerial tersebut dengan Busway. Namun busway yang ada kini pun tak jarang menemui macet di jalan dan tidak terjadwal dengan baik. Bahkan lane khususnya sering dipakai untuk kendaraan umum lain.

Proyek MRT dan monorail yang sedang berlangsung diharapkan mampu menampung para pengguna jasa transportasi dan membuat sebagian besar orang beralih ke angkutan umum.

Revitalisasi kepengusahaan angkutan umum juga perlu dilakukan dengan menggunakan manajemen terpusat. Seluruh angkutan umum perkotaan diatur secara terpusat dan terjadwal oleh satu manajemen dan pemilik (usaha) angkot tidak perlu repot-repot untuk operasional kendaraannya. Sistem bagi hasil untuk para pemilik kendaraan dan upah per bulan bagi para pengemudinya secara langsung akan meningkatkan pelayanan karena pengemudi tidak terlalu was-was “kejar setoran” tiap harinya. Pelayanan kian membaik sehingga dapat meningkatkan permintaan akan transportasi dan mulai memilih angkutan umum sebagai pilihan utama mereka.

Angkutan umum, jadilah pilihan utama transportasi anda. Karena secara tidak langsung ada melakukan sumbangsih mengurangi satu kendaraan pribadi yang ada di Indonesia.
Angkutan umum pilihanku !!!
Baca SelengkapnyaAngkutan Umum Pilihanku !
Friday, September 27, 2013 0 komentar

Sepeda Motor : Terjaminkah Keselamatan Kita???



Kepemilikan Sepeda Motor - Tidak dipungkiri sepeda motor merupakan moda utama di Indonesia, dengan jumlah pengguna sebesar 72 % keluarga di Indonesia menjadikan sepeda motor sebagai transportasi utama mereka (Kemenhub). Progress kepemilikan sepeda motor yang semakin tinggi diakibatkan oleh beberapa hal seperti mudahnya untuk memiliki sepeda motor baru dengan kecilnya uang muka yang harus dibayarkan. Hal ini memang sangat menguntungkan pasar perindustrian sepeda motor, namun sangat berdampak besar terhadap lalu lintas yang ada di Indonesia apalagi di kota-kota Metropolitan seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang pertumbuhan sepeda motor mencapai 600 unit per hari. Berbagai iklan yang muncul di televisi juga membuat tingkat permintaan pasar akan sepeda motor semakin tinggi. Apalagi tidak ada kebijakan khusus dari pemerintah untuk membatasi secara langsung jumlah kendaraan bermotor yang ada di Jalan.

Target pasar para produsen kendaraan sepeda motor juga kini mulai bergeser ke kalangan remaja khususnya para pelajar. Oleh karena itu, banyak para pelajar yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) lebih dini dari syarat yang ditentukan. Pemerintah yang tidak tegas mengenai hal tersebut secara tidak langsung mengesampingkan keselamatan berkendara. Hal ini diakibatkan karena perilaku mengemudi para pelajar yang cenderung berbahaya dan membahayakan orang lain.


Keselamatan Pengemudi – Perilaku pengemudi kendaraan bermotor khususnya sepeda motor semakin hari kian meresahkan, studi FISIP UI menyebutkan bahwa lebih dari 75 % pengemudi sepeda motor lebih mementingkan kecepatan daripada keselamatan berkendara. Bahaya yang muncul seperti:
1.        Kecepatan tinggi
2.       Ugal-ugalan
3.       Tidak mengindahkan standar keselamatan

Mudik - mudik merupakan suatu fenomena yang hanya terdapat di Indonesia. Para perantau yang berada di kota-kota besar pulang ke kampung halaman mereka untuk merayakan hari raya bersama sanak saudara mereka. Gelombang arus lalu lintas yang sangat besar dan bersama-sama menciptakan beberapa titik kepadatan musimandi beberapa lokasi. Sepeda motor sangat diuntungkan dengan hal ini, dengan berdimensi kecil, mereka dapat terus melaju di jalan yang padat dengan melalui celah-celah di antara kendaraan-kendaraan lain.


Pemudik sepeda motor harus berada di atas jok motor selama berjam-jam apalagi diperparah dengan anak istri dan / barang bawaan mereka yang biasanya melebihi kapasitas kemampuang kendaraan bermotor. Mereka menghadapi berbagai macam bahaya selama mereka berkendara. Oleh karena itu, dari 2747 kendaraan yang terlibat kecelakaan pada arus mudik kemarin, menurut data Mabes Polri kecelakaan motor mendominasi dengan 1897 kecelakaan. Ini membuktikan bahwa sepeda motor merupakan moda yang sangat rentang akan bahaya kecelakaan lalu lintas.

Beberapa faktor penyebab kecelakaan muncul antara lain karena pengemudi mengantuk atau kelelahan, tidak menjaga jarak dengan kendaraan lain, melanggar batas kecepatan hingga pengemudi di bawah pengaruh alkohol.

Kesimpulan – Dapat kami simpulkan bahwa sepeda motor bukanlah jawaban dari kebutuhan transportasi masyarakat kita, berbagai pelik masalah yang ditimbulkannya justru memperparah keadaan transportasi negara ini. Tetap mengesampingkan \keselamatan berkendara dan kelancaran lalu lintas yang terjaga dengan baik akan meningkatkan kinerja  lalu lintas.

Angkutan  umumlah justru yang seharusnya jadi pilihan utama, seperti di kota-kota besar di negara lain yang mengutamakan transportasi mereka dari angkutan umum. Berbagai kebijakan seperti subsidi dan prioritas mungkin perlu dilakukan guna meningkatkan pelayanan angkutan umum yang ada. Proyek MRT dan Mono rail yang digadang-gadang akan menjadi titik tolak transportasi semoga menjadi solusi.
AMIIIIN
Baca SelengkapnyaSepeda Motor : Terjaminkah Keselamatan Kita???
 
;