Kepemilikan
Sepeda Motor - Tidak dipungkiri sepeda motor merupakan moda utama di
Indonesia, dengan jumlah pengguna sebesar 72 % keluarga di Indonesia menjadikan
sepeda motor sebagai transportasi utama mereka (Kemenhub). Progress kepemilikan
sepeda motor yang semakin tinggi diakibatkan oleh beberapa hal seperti mudahnya untuk memiliki sepeda motor baru dengan kecilnya uang muka yang harus
dibayarkan. Hal ini memang sangat menguntungkan pasar perindustrian sepeda
motor, namun sangat berdampak besar terhadap lalu lintas yang ada di Indonesia
apalagi di kota-kota Metropolitan seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang
pertumbuhan sepeda motor mencapai 600 unit per hari. Berbagai iklan yang muncul
di televisi juga membuat tingkat permintaan pasar akan sepeda motor semakin
tinggi. Apalagi tidak ada kebijakan khusus dari pemerintah untuk membatasi secara
langsung jumlah kendaraan bermotor yang ada di Jalan.
Target pasar para produsen kendaraan sepeda motor juga kini
mulai bergeser ke kalangan remaja khususnya para pelajar. Oleh karena itu,
banyak para pelajar yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) lebih dini
dari syarat yang ditentukan. Pemerintah yang tidak tegas mengenai hal tersebut
secara tidak langsung mengesampingkan keselamatan berkendara. Hal ini
diakibatkan karena perilaku mengemudi para pelajar yang cenderung berbahaya dan
membahayakan orang lain.
Keselamatan
Pengemudi – Perilaku pengemudi kendaraan bermotor khususnya sepeda
motor semakin hari kian meresahkan, studi FISIP UI menyebutkan bahwa lebih dari
75 % pengemudi sepeda motor lebih mementingkan kecepatan daripada keselamatan berkendara.
Bahaya yang muncul seperti:
1.
Kecepatan tinggi
2.
Ugal-ugalan
3.
Tidak mengindahkan standar keselamatan
Mudik
-
mudik merupakan suatu fenomena yang hanya terdapat di Indonesia. Para perantau
yang berada di kota-kota besar pulang ke kampung halaman mereka untuk merayakan
hari raya bersama sanak saudara mereka. Gelombang arus lalu lintas yang sangat
besar dan bersama-sama menciptakan beberapa titik kepadatan musimandi beberapa
lokasi. Sepeda motor sangat diuntungkan dengan hal ini, dengan berdimensi
kecil, mereka dapat terus melaju di jalan yang padat dengan melalui celah-celah
di antara kendaraan-kendaraan lain.
Pemudik sepeda motor harus berada di
atas jok motor selama berjam-jam apalagi diperparah dengan anak istri dan /
barang bawaan mereka yang biasanya melebihi kapasitas kemampuang kendaraan
bermotor. Mereka menghadapi berbagai macam bahaya selama mereka berkendara.
Oleh karena itu, dari 2747 kendaraan yang terlibat kecelakaan pada arus mudik
kemarin, menurut data Mabes Polri kecelakaan motor mendominasi dengan 1897
kecelakaan. Ini membuktikan bahwa sepeda motor merupakan moda yang sangat
rentang akan bahaya kecelakaan lalu lintas.
Beberapa faktor penyebab kecelakaan
muncul antara lain karena pengemudi mengantuk atau kelelahan, tidak menjaga
jarak dengan kendaraan lain, melanggar batas kecepatan hingga pengemudi di
bawah pengaruh alkohol.
Kesimpulan
–
Dapat kami simpulkan bahwa sepeda motor bukanlah jawaban dari kebutuhan
transportasi masyarakat kita, berbagai pelik masalah yang
ditimbulkannya justru memperparah keadaan transportasi negara ini. Tetap
mengesampingkan \keselamatan berkendara dan kelancaran lalu lintas yang terjaga
dengan baik akan meningkatkan kinerja lalu lintas.
Angkutan umumlah justru yang seharusnya jadi pilihan
utama, seperti di kota-kota besar di negara lain yang mengutamakan transportasi
mereka dari angkutan umum. Berbagai kebijakan seperti subsidi dan prioritas
mungkin perlu dilakukan guna meningkatkan pelayanan angkutan umum yang ada.
Proyek MRT dan Mono rail yang digadang-gadang akan menjadi titik tolak
transportasi semoga menjadi solusi.
AMIIIIN



0 komentar:
Post a Comment