Friday, September 27, 2013

Sepeda Motor : Terjaminkah Keselamatan Kita???



Kepemilikan Sepeda Motor - Tidak dipungkiri sepeda motor merupakan moda utama di Indonesia, dengan jumlah pengguna sebesar 72 % keluarga di Indonesia menjadikan sepeda motor sebagai transportasi utama mereka (Kemenhub). Progress kepemilikan sepeda motor yang semakin tinggi diakibatkan oleh beberapa hal seperti mudahnya untuk memiliki sepeda motor baru dengan kecilnya uang muka yang harus dibayarkan. Hal ini memang sangat menguntungkan pasar perindustrian sepeda motor, namun sangat berdampak besar terhadap lalu lintas yang ada di Indonesia apalagi di kota-kota Metropolitan seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang pertumbuhan sepeda motor mencapai 600 unit per hari. Berbagai iklan yang muncul di televisi juga membuat tingkat permintaan pasar akan sepeda motor semakin tinggi. Apalagi tidak ada kebijakan khusus dari pemerintah untuk membatasi secara langsung jumlah kendaraan bermotor yang ada di Jalan.

Target pasar para produsen kendaraan sepeda motor juga kini mulai bergeser ke kalangan remaja khususnya para pelajar. Oleh karena itu, banyak para pelajar yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) lebih dini dari syarat yang ditentukan. Pemerintah yang tidak tegas mengenai hal tersebut secara tidak langsung mengesampingkan keselamatan berkendara. Hal ini diakibatkan karena perilaku mengemudi para pelajar yang cenderung berbahaya dan membahayakan orang lain.


Keselamatan Pengemudi – Perilaku pengemudi kendaraan bermotor khususnya sepeda motor semakin hari kian meresahkan, studi FISIP UI menyebutkan bahwa lebih dari 75 % pengemudi sepeda motor lebih mementingkan kecepatan daripada keselamatan berkendara. Bahaya yang muncul seperti:
1.        Kecepatan tinggi
2.       Ugal-ugalan
3.       Tidak mengindahkan standar keselamatan

Mudik - mudik merupakan suatu fenomena yang hanya terdapat di Indonesia. Para perantau yang berada di kota-kota besar pulang ke kampung halaman mereka untuk merayakan hari raya bersama sanak saudara mereka. Gelombang arus lalu lintas yang sangat besar dan bersama-sama menciptakan beberapa titik kepadatan musimandi beberapa lokasi. Sepeda motor sangat diuntungkan dengan hal ini, dengan berdimensi kecil, mereka dapat terus melaju di jalan yang padat dengan melalui celah-celah di antara kendaraan-kendaraan lain.


Pemudik sepeda motor harus berada di atas jok motor selama berjam-jam apalagi diperparah dengan anak istri dan / barang bawaan mereka yang biasanya melebihi kapasitas kemampuang kendaraan bermotor. Mereka menghadapi berbagai macam bahaya selama mereka berkendara. Oleh karena itu, dari 2747 kendaraan yang terlibat kecelakaan pada arus mudik kemarin, menurut data Mabes Polri kecelakaan motor mendominasi dengan 1897 kecelakaan. Ini membuktikan bahwa sepeda motor merupakan moda yang sangat rentang akan bahaya kecelakaan lalu lintas.

Beberapa faktor penyebab kecelakaan muncul antara lain karena pengemudi mengantuk atau kelelahan, tidak menjaga jarak dengan kendaraan lain, melanggar batas kecepatan hingga pengemudi di bawah pengaruh alkohol.

Kesimpulan – Dapat kami simpulkan bahwa sepeda motor bukanlah jawaban dari kebutuhan transportasi masyarakat kita, berbagai pelik masalah yang ditimbulkannya justru memperparah keadaan transportasi negara ini. Tetap mengesampingkan \keselamatan berkendara dan kelancaran lalu lintas yang terjaga dengan baik akan meningkatkan kinerja  lalu lintas.

Angkutan  umumlah justru yang seharusnya jadi pilihan utama, seperti di kota-kota besar di negara lain yang mengutamakan transportasi mereka dari angkutan umum. Berbagai kebijakan seperti subsidi dan prioritas mungkin perlu dilakukan guna meningkatkan pelayanan angkutan umum yang ada. Proyek MRT dan Mono rail yang digadang-gadang akan menjadi titik tolak transportasi semoga menjadi solusi.
AMIIIIN

0 komentar:

 
;